Minggu, 29 Januari 2012

Gak bisa ikut Evaluasi nehhh -____-"

Kemaren ada kejadian yang bikin aku bingung setengah mati. Gimana nggak bingung, kemaren malem au dihadapin dengan 2 pilihan fatal. Jadi gini, kemaren ibu marah besar man gara-gara aku harus balik ke Surabaya minggu dini hari. “Kowe ki preian wes gk muleh, pisan muleh Cuma 2 dino tok ! jane nyapo ae to kegiatanmu neng kono ?” Tanya ibuku marah. Dari omongan beliau, aku sadar kalo beliau sebenarnya kesepian dirumah sendiri selama ini. Dan kedatanganku membuat beliau senang. Namun sayangnya, aku ada acara di jurusan. Aku menjelaskan kepada beliau perlahan. Namun malah perkataan ini yang muncul dari beliau “ wes sak karepmu arep mbalek neng suroboyo kapan, tapi nek wes gaksah muleh madiun pisan ae nek sedilut ngene ki !”

beeeuuhhh…….

bingung man ngehadepin omongan ibu yang kayak gitu. Dan akhirnya aku memilih untuk tinggal dirumah menenangkan ibu yang sedang marah. Memang pilihanku beresiko, karena aku juga meninggalkan keluarga FOTON ku di Surabaya. Namun aku rasa masalah dengan orang tua harus diutamakan. Apalagi, ibu adalah orang tua satu-satunya yang aku punya.

jadi ini kegiatanku selama tidak mengikuti Evaluasi hari Minggu 29 Januari 2012. Bangun pagi jam 6 lalu mandi dan bersiap ke Gereja. Kami berencana ke Gereja jam 7. Namun tiba-tiba ada kabar bahwa tetangga sebelah rumah meninggal. Terpaksa rencana ke Gereja ditunda sampai jam 8. Setelah melayat, kami berangkat ke Gereja. Misa diadakan sampai jam 10, setelah itu aku mengajak ibu jalan-jalan. Sebenarnya tujuanku mengajak ibu jalan-jalan agar beliau tenang dan melupakan masalah semalam.

Untungnya setelah beberapa jam jalan- jalan dan ngobrol, ibu sudah mulai tenang dan mau melepasku balik ke Surabaya. Ternyata beliau itu kangen sama aku. Jadi bersikap demikian, melarangku kembali ke Surabaya.